Gerhana Matahari

Tahun 2016 adalah tahun kabisat, ditahun ini ada beberapa peristiwa-peristiwa langka terjadi salah satunya adalah gerhana matahari yang terakhir kali muncul di tahun 1983, ditahun itu kebetulan orde baru lagi jaya-jayanya berkuasa di republik ini, dan akses media massa di kontrol secara mutlak oleh pemerintah pada saat itu. Informasi mengenai gerhana matahari dikabarkan sedikit agak menyeramkan yaitu jika melihat gerhana matahari dengan mata telanjang akan menimbulkan kebutaan permanen, hal itu tentu saja sedikit banyak membuat masyarakat merasa ketakutan dan mereka disaat gerhana langsung mengurung diri dirumah masing-masing, dan mereka menganggap terkena cahaya matahari pun bisa menimbulkan kebutaan, bahkan saking takutnya mereka sampai menutup lubang-lubang kecil supaya tidak bisa ditembus cahaya dari luar.

Berbeda halnya dengan gerhana matahari ditahun 2016 ini, hampir semua lapisan masyarakan mendapatkan informasi yang relatif benar mengenai gerhana matahari, bahkan paket-paket wisata ketempat yang terkena gerhana matahari total telah habis terjual indonesia adalah salah satu negara yang terkena matahari total, tidak heran turis baik dari mancanegara maupun lokal, baik itu yang bertujuan untuk melakukan penelitian ataupun Cuma sekedar rekreasi sangat antusias menyambut salah satu dari fenomena alam yang jarang terjadi ini.

Penulis juga sangat antusias untuk menyaksikan fenomena alam ini, kemacetan pun diterobos dengan susah payah, belum lagi saling berdesak-desakan dengan ribuan pengunjung planetarium taman ismail marzuki dicikini, dan saya sempat sedikit mengalami kesulitan untuk bertemu dengan teman-teman saya yang telah datang lebih dahulu dari jam 4 pagi, mereka datang sepagi itu untuk mendapatkan kacamata khusus yang dibagikan oleh pihak planetarium walaupun pada akhirnya mereka tidak mendapatkan kacamata tersebut, dan pada akhirnya dapat pinjeman dari ibu-ibu yang telah mendapatkan kacamata tersebut selain mendapatkan pinjeman kacamata kita juga mendapatkan pinjeman semacam kaca film yang berguna buat rontgen, soalnya gerhana ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang dan baru bisa dilihat setelah menggunakan alat bantu.

Walaupun Cuma bisa melihat gerhana matahari sebesar 88% dan hal itu patut di syukuri, sayangnya saya tidak melakukan solat gerhana, padahal sehari sebelumnya saya dan temen sudah browsing-browsing untuk mencari informasi mengenai waktu dan tempat untuk melakukan solat gerhana, dan rencana ternyata tetap menjadi rencana.

Ada kejadian menarik ditengah terjadinya gerhana matahari, ada 2 orang anak yang berjuang untuk masuk planetarium TIM dengan menerobos pagar yang ada dibelakang TIM, anak yang masih sd bisa menerobos melalui lubang yang ada di pagar sedangkan anak yang satunya berhubung badannya yang bongsor sehingga tidak bisa menerobos lubang pagar dan dia harus memanjat pagar tersebut.

IMG-20160309-WA0003

Setelah berhasil melewati pagar, mereka ternyata belum bisa melihat gerhana matahari karena mereka tidak memiliki kacamata, dan kami meminjamkan kacamata yang sebenarnya bukan kacamata kami dan dapat meminjam dari ibu-ibu, tapi demi berbagi momen yang tidak terjadi setiap hari ini kita saling berbagi kacamata dan 2 anak itu sangat gembira begitu juga dengan kami.