17 Agustus 2016

17 agustus adalah tanggal yang keramat bagi bangsa Indonesia, di tanggal ini bangsa Indonesia berhasil memerdekakan diri dari penjajah yang menginjak harga diri dan mengeksploitasi baik fisik maupun materil bangsa ini. Setiap tanggal ini pula saya hampir tidak pernah absen untuk mengikuti upacara bendera.

Yang sangat spesial adalah di hari kemerdekaan ini bertepatan dengan olimpiade rio de jeneiro di brasil. Kebetulan indonesia berkesempatan untuk mendapatkan satu-satunya medali emas yang tersedia bagi kontingen Indonesia melalui pasangan ganda campuran bulutangkis Ahmad Tantowi dan Lilyana Natsir, sebetulnya saya lebih menjagokan pasangan juara All England Praven / Debby tapi apa daya mereka dikalahkan pasangan Tantowi / Lilyana di perempat final. Tantowi/Lilyana pula mengalahkan pasangan tangguh no 1 dunia N. Zhang / Y.Zhao dari cina di semifinal disitulah mulai muncul optimisme pasangan ini bisa meraih medali emas.

Di final pasangan Tantowi/Lilyana berhadapan dengan pasangan malaysia Chan Peng Soon / Goh Liu Ying yang telah dikalahkan di babak penyisihan group dengan relatif mudah, tapi kekhawatiran saya selalu muncul ketika atlet-atlet Indonesia berhadapan dengan negeri tetangga yang selalu menjadi antagonis musuh bebuyutan masyarakat Indonesia, atlet-atlet kita hampir selalu antiklimaks jika berhadapan dengan atlet dari malaysia. Saya cuma bisa berdoa semoga pasangan ganda campuran ini bisa mengikuti jejak Ricky Subagja / Rexy Mainaky yang bisa mengalahkan pasangan dari malaysia Cheah Soon Kit / Yap Kim Hock di Olimpiade Athena tahun 1996 ketika itu saya sedang dikhitan jadi nontonnya rame-rame dan seru sekali.

Dan akhirnya Ahmad Tantowi / Lilyana Natsir bisa menyumbangkan medali emas di hari kemerdekaan, mungkin ini salah satu kado termanis untuk bangsa ini ditengah carut marutnya kondisi bangsa dan sekaligus menjaga tradisi emas dari bulutangkis yang sempat terputus di olimpiade sydney.

Sedikit becerita saya mulai suka menonton bulutangkis sekitar tahun 1992 waktu itu olimpiade berlangsung di barcelona, pasangan abadi Susi Susanti dan Alan Budikusuma berhasil mempersembahkan emas, waktu itu saya masih belum terlalu mengerti mengenai bulutangkis karena Bapak saya selalu mengajak saya menemani menonton bulutangkis di TV ketika ada event-event besar baik itu kejuaraan dunia, indonesia open, all england, sea games, asian games, dan olimpiade sayapun menjadi gandrung menonton olahraga ini.

Ditahun 1996 saya hampir seluruhnya menonton kiprah ganda putra favorit saya Ricky Subagja / Rexy Mainaky di olimpiade athena, tahun 2000 di Olimpiade Sydney pasangan kalem Chandra Wijaya / Tony Gunawan berhasil meraih emas, tahun 2004 di Olimpiade Athena Tunggal Putra flamboyan AA Taufik Hidayat berhasil mempersembahkan emas, tahun 2008 Olimpiade Bejing pasangan ganda putra Markis Kido / Hendra Setiawan berhasil meraih emas olimpiade, tahun 2012 Olimpiade London saya tidak mengikuti perkembangan olimpiade dan entah kenapa kurang antusias untuk mengikutinya mungkin karena prestasi atlet-atlet bulutangkis sedang terpuruk dan ternyata benar tradisi emas Olimpiade pupus di Kota London, tahun 2016 ini saya mulai mengikuti kembali Olimpiade dan prestasi atlet kita lebih baik dibandingkan olimpiade sebelumnya yaitu meraih 1 emas dan 2 perak (dari cabang angkat besi).

Semoga lebih banyak lagi emas yang berhasil di dulang di Olimpiade 2020 yang akan berlangsung di Tokyo.

JAYALAH SELALU INDONESIA KU

About jaryat

Pelan tapi tetap berjalan....
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.