Pilkada Jakarta

Akhirnya gelaran pilkada kali ini telah selesai, kurang lebih 7 bulan dalam proses pemilihan gubernur baru sangat menguras energi, dan untuk kedua kalinya petahana DKI Jakarta tidak terpilih kembali. Riuh dan gaduhnya di linimasa dan di dunia nyata masing-masing pendukung saling adu argumen.

Ketika petahana menjabat dan unggul pada putaran pertama para pendukungnya menyebut pendukung lawan adalah kaum intoleran sebutan tersebut sungguh sangat mengusik nurani, setelah petahana kalah masih saja para pendukungnya nyinyir di dunia maya, yang lebih ironi lagi adalah ketika yang tidak mempunyai hak pilih alias tidak mempunyai ktp jakarta, nyinyirnya lebih keras dibandingkan dengan yang mempunyai hak pilih.

Mereka malah menjelek-jelekan lawan petahana, sudahlah terima saja kekalahan tersebut. Buatlah keadaan lebih damai dan tentram untuk Jakarta kedepaannya, mari kita awasi bersama kerja gubernur yang baru ini.

Tetaplah lapar, bodoh, dan membumi

Suatu titik dimana saya merasa lebih baik dibandingkan orang lain disitulah biasanya saya terjangkang  dan terkapar seperti terkena sengatan hook dan jab mike tyson, dan untuk merekontruksi akibat merasa lebih baik dari orang mebutuhkan waktu yang agak lama terutama pada sisi penyesalannya. Untuk itu diperlukan rasa lapar, bodoh, dan membumi secara berkelanjutan agar tetap merasa diri ini adalah seorang manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Rasa lapar dan bodoh disini adalah bukan dalam artian yang sebenarnya, rasa lapar adalah tidak cepat puas akan pencapaian diri, memelihara rasa lapar diperlukan untuk tetap berkembang melakukan hal dengan baik dan semakin baik pada sesuatu hal kecil dan besar baik itu pekerjaan atau kegiatan lainnya dan itu tentunya pada koridor kebaikan dan melakukan hal-hal baru agar bisa mendapatkan pengalaman yang berharga dimasa depan.

Sedangkan rasa bodoh adalah menyadari bahwa saya memiliki keterbatasan ilmu pengetahuan supaya saya tidak segan-segan untuk belajar kepada siapapun baik itu ilmu pengetahuan maupun ilmu kehidupan, jangan pernah merasa lebih pintar dibandingkan dengan siapapun, pintar dibidang akademis belum tentu jago menata kehidupannya, dan sebaliknya. Pelajarilah kedua hal tersebut supaya hidup menjadi seimbang jangan hanya terpaku pada satu hal.

Hal yang tidak kalah penting adalah ketika rasa lapar dan rasa bodoh telah dilakukan secara konsisten yaitu membumi, karena saya tinggal dibumi berarti bukan manusia super yang bisa melakukan segalanya dan menyombongkan kemampuan dan semua yang dimiliki karena sesungguhnya itubukan milik saya.

Karya Tulis

Yah 2017 sudah memasuki bulan april, resolusi awal tahun yaitu menuntaskan karya tulis masih sebatas dalam tataran konseptual dan belum membumi secara kontekstual, terlalu banyak gimmick dan printilan kecil yang sering membikin distraksi, faktor terbesar adalah demotivasi dalam diri sendiri, walaupun semua atribut pendukung untuk menyelesaikan sebuah karya tulis telah dimiliki tapi jika tidak komit target tidak akan terdeliver dengan baik, hasilnya ya cuma bisa gendang-gendong laptop dan bab 3 aja kesana kemari dengan gaya bak akademisi tapi kelarnya masih buram hahahahaha…..

Sebagai seorang pemimpin masa depan entah itu jadi CEO di sebuah perusahaan, Gubernur Jabar, Menteri, atau RI 1 di tahun 2029 harus mempunyai kemampuan untuk bertahan dan memantul kembali dari sebuah kesalahan dan kegagalan, dan tak boleh berputus asa. Diperlukan kebesaran hati untuk bisa mengatakan saya salah dan saya bertanggung jawab.

Sejarah mencatat para pemimpin-pemimpin besar yang berulang kali gagal dan salah tapi belajar dan maju kembali malah jadi hebat dan dihormati. Butuh perlawanan terhadap diri sendiri agar bisa mempunyai daya tahan dan bisa memantul kembali keatas. Arogansi, kepuasan diri yg berlebihan, serta keserakahan adalah penghancur daya tahan. Sukses seringkali melenakan, dan ini ujian.

Kadang memerlukan jalan yang memutar untuk bisa mengambil hal-hal kecil dulu lalu mendapatkan yang besar dikemudian hari, jalannya muter aja dulu yang penting tau mau kemana. Jangan biarkan rasa putus asa dan menyerah itu hinggap.

Untuk saya dan kawan-kawan yang sedang menulis karya tulis kesusahan itu bisa datang kapan saja tapi janganlah berhenti untuk mencari cara mewujudkan mimpi…

Okehh.. Selamat malam.

Assalamualaikum

Ketjup Basah dari Aa Jaryat

8 Tahun

Selama itu saya harus menunggu dan akhirnya penantian itu berakhir dengan happy ending, mungkin kesabaran saya sedang diuji selama 8 tahun. Walaupun terus terang banyak dukanya tapi tentu ada hikmahnya. Pelaut ulung tidak lahir dari samudera yang tenang……

Menteng

Jalan rindang dengan suasana yang sangat sejuk dan relatif jarang sekali terkena macet di bilangan jakarta pusat adalah jalan teuku umar, jika hari sabtu atau minggu saya berolahraga di taman surapati atau di situ lembang pasti melewati jalan tersebut, jalan yang lebar disamping kanan dan kiri banyak sekali pohon-pohon besar, rumah-rumah dengan halaman yang luas dan sudah sangat jarang ditemui di jakarta ini rumah yang memiliki halaman seluas itu karena harga tanah yang selangit.

Taman surapati adalah salah satu tempat favorit saya untuk jalan-jalan santai dan berolahraga dengan suasana yang nyaman, jika saya libur saya sempatkan untuk ke taman ini bahkan hanya untuk duduk manis untuk sekadar meminum kopi sambil menikmati hembusan udara yang segar.

Awal kecintaan saya pada taman ini adalah ketika saya belajar biola disitu setelah gagal untuk menghasilkan suara biola yang merdu saya malah lebih tertarik menikmati suasana taman, taman dimana tempat orang bertemu, saling menyapa, mengobrol, dan berolahraga. Bagi saya tempat ini lebih menarik dibandingkan dengan mall atau bioskop.

Biasanya jika sudah puas menikmati suasana di taman surapati saya beranjak pergi ke taman situ lembang yah sekitar 300 meter jaraknya dari taman surapati, ditaman situ lembang saya bisa menikmati air mancur dan orang-orang yang sedang olahraga dan memancing, paling enak kesini adalah sore hari, jika pagi hari matahari akan cepat matahari terik akan cepat menyinari taman ini.

 

Kemunculan Kembali Jaryat.Com

Akhirnya setelah 5 bulan blog saya muncul kembali setelah sempat terjadi sedikit kendala teknis. Selama blog ini tumbang banyak kejadian yang tidak terbayangkan sebelumnya, banyak pengalaman hidup yang bisa saya dapatkan selama kurang lebih 5 bulan terakhir, dan saya kehilangan teman yang duduk disebelah saya yang sering mendapatkan ketidakadilan semoga disana kau mendapat keadilan yang sebenarnya kawan.

Tanaman cabe dan sayur-sayuran yang ditaman dihalaman rumah sudah tumbuh subur, mawar yang berwarna-warni sudah merekah tapi sayangnya tidak wangi, dan saya bertemu kembali dengan teman bermain di masa kecil dan saya belajar dari dia mengenai kecekatan dan kedisiplinan

Yang tetap tidak berubah adalah kemalasan dalam menulis tugas akhir sampai awal april ini baru sekedar keinginan untuk bisa menulis, padahal sudah diultimatum oleh mamih profesor pembimbing saya.

Setelah menunggu selama 8 tahun saya bisa mendapatkan sesuatu yang selama ini saya berusaha untuk mendapatkannya, jika Allah belum mengijinkan untuk mendapatkannya maka sekeras apapun usaha pasti gagal, jika sudah berkehendak sebegitu mudahnya didapatkan dengan alur yang begitu sederhana.