Karya Tulis

Yah 2017 sudah memasuki bulan april, resolusi awal tahun yaitu menuntaskan karya tulis masih sebatas dalam tataran konseptual dan belum membumi secara kontekstual, terlalu banyak gimmick dan printilan kecil yang sering membikin distraksi, faktor terbesar adalah demotivasi dalam diri sendiri, walaupun semua atribut pendukung untuk menyelesaikan sebuah karya tulis telah dimiliki tapi jika tidak komit target tidak akan terdeliver dengan baik, hasilnya ya cuma bisa gendang-gendong laptop dan bab 3 aja kesana kemari dengan gaya bak akademisi tapi kelarnya masih buram hahahahaha…..

Sebagai seorang pemimpin masa depan entah itu jadi CEO di sebuah perusahaan, Gubernur Jabar, Menteri, atau RI 1 di tahun 2029 harus mempunyai kemampuan untuk bertahan dan memantul kembali dari sebuah kesalahan dan kegagalan, dan tak boleh berputus asa. Diperlukan kebesaran hati untuk bisa mengatakan saya salah dan saya bertanggung jawab.

Sejarah mencatat para pemimpin-pemimpin besar yang berulang kali gagal dan salah tapi belajar dan maju kembali malah jadi hebat dan dihormati. Butuh perlawanan terhadap diri sendiri agar bisa mempunyai daya tahan dan bisa memantul kembali keatas. Arogansi, kepuasan diri yg berlebihan, serta keserakahan adalah penghancur daya tahan. Sukses seringkali melenakan, dan ini ujian.

Kadang memerlukan jalan yang memutar untuk bisa mengambil hal-hal kecil dulu lalu mendapatkan yang besar dikemudian hari, jalannya muter aja dulu yang penting tau mau kemana. Jangan biarkan rasa putus asa dan menyerah itu hinggap.

Untuk saya dan kawan-kawan yang sedang menulis karya tulis kesusahan itu bisa datang kapan saja tapi janganlah berhenti untuk mencari cara mewujudkan mimpi…

Okehh.. Selamat malam.

Assalamualaikum

Ketjup Basah dari Aa Jaryat

Author: jaryat

Pelan tapi tetap berjalan....