Tetaplah lapar, bodoh, dan membumi

Suatu titik dimana saya merasa lebih baik dibandingkan orang lain disitulah biasanya saya terjangkang  dan terkapar seperti terkena sengatan hook dan jab mike tyson, dan untuk merekontruksi akibat merasa lebih baik dari orang mebutuhkan waktu yang agak lama terutama pada sisi penyesalannya. Untuk itu diperlukan rasa lapar, bodoh, dan membumi secara berkelanjutan agar tetap merasa diri ini adalah seorang manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Rasa lapar dan bodoh disini adalah bukan dalam artian yang sebenarnya, rasa lapar adalah tidak cepat puas akan pencapaian diri, memelihara rasa lapar diperlukan untuk tetap berkembang melakukan hal dengan baik dan semakin baik pada sesuatu hal kecil dan besar baik itu pekerjaan atau kegiatan lainnya dan itu tentunya pada koridor kebaikan dan melakukan hal-hal baru agar bisa mendapatkan pengalaman yang berharga dimasa depan.

Sedangkan rasa bodoh adalah menyadari bahwa saya memiliki keterbatasan ilmu pengetahuan supaya saya tidak segan-segan untuk belajar kepada siapapun baik itu ilmu pengetahuan maupun ilmu kehidupan, jangan pernah merasa lebih pintar dibandingkan dengan siapapun, pintar dibidang akademis belum tentu jago menata kehidupannya, dan sebaliknya. Pelajarilah kedua hal tersebut supaya hidup menjadi seimbang jangan hanya terpaku pada satu hal.

Hal yang tidak kalah penting adalah ketika rasa lapar dan rasa bodoh telah dilakukan secara konsisten yaitu membumi, karena saya tinggal dibumi berarti bukan manusia super yang bisa melakukan segalanya dan menyombongkan kemampuan dan semua yang dimiliki karena sesungguhnya itubukan milik saya.

About jaryat

Pelan tapi tetap berjalan….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *