Harga Diri

Setiap sabtu dan minggu pagi saya pergi ke taman surapati untuk berolahraga atau sekedar menghirup udara segar sembari menyruput kopi yang di jajakan oleh penjual yang bersepeda seharga Rp. 3000. Kurang lebih sudah setahun ini saya melihat penjual kerupuk rasa bawang atau tengiri di trotoar taman surapati dan penjual itu memiliki keterbatasan fisik yaitu buta.

Harga yang dijual persatu bungkusnya Rp. 20.000 dan saya menanyakan ke penjual kerupuk tersebut, sehari bisa laku berapa kerupuk? dan dia menjawab terjual 10 kerupuk saja sudah bagus karena sekarang banyak saingan. Jika saya menghitung keuntungan yang didapatkan dari penjual kerupuk tersebut dari 10 bungkus kerupuk yang terjual dan margin keuntungan sekitar 20 persen dari harga perbungkus kerupuk yaitu sekitar Rp. 40.000 per harinya . Tapi tidak ada kata keluh dan kesah dari mulutnya walau penghasilan yang menurut saya sangat kurang untuk hidup di Jakarta.

Bagi saya penjual kerupuk tersebut mempunyai “Harga Diri” yang tinggi, dia tidak memilih untuk menjadi seorang pengemis dan saya yakin jika dia menjadi seorang pengemis penghasilannya akan jauh lebih banyak. Disegala keterbatasannya dia tetap berpegang teguh untuk tidak mengambil jalan pintas dengan melakukan eksploitasi terhadap kekurangannya, dia tetap mencari uang tanpa menurunkan derajat dan harga dirinya dan tidak menghalangi niatnya untuk berjuang hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hikmah yang bisa dipetik dari penjual kerupuk ini selain harga dirinya yang tetap dijaga dan mental berkelimpahan yang mempercayai bahwa Allah SWT selalu akan memberikannya rezeki dan kecukupan. Dia menghadapi masa depannya tanpa rasa khawatir yang berlebihan tidak seperti generasi jaman sekarang yang dengan hanya diputusin pacar seakan dunia berasa mau kiamat dan galau, baper, dan curhat kesana kemari seakan-akan orang yang paling menderita di dunia padahal saya yakin penjual kerupuk itu mempunyai perjuangan yang lebih berat di dalam dunia percintaan.

Saya berterima kasih kepada penjual kerupuk ini karena secara tidak langsung mengajarkan tentang ilmu kehidupan yaitu tentang menjaga harga diri, keikhlasan dalam menjalani kehidupan, serta terus berusaha walau memiliki keterbatasan.

About jaryat

Tagline : "Pelan tapi tetap berjalan" Hobi bersepeda, berenang, dan menghirup udara segar, penikmat alam dan taman, bobotoh PERSIB dari orok. Email : jaryat@gmail.com
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

42 Responses to Harga Diri

  1. ? Tuty prihartiny says:

    With all my respect to him…
    Touching true story
    Haturnuhun mas fajar telah mengingatkan satu sisi kehidupan……

  2. Yudi says:

    Ya. Ini yg bnyak kelewat. Bersyukur.

  3. Salut sama beliau. Semoga lancar rejekinya dan sehat terus buat Bapak penjual kerupuk ini. Udah nyobain kerupuknya belum? enak ga? Kok aku malah pengen kerupuk yaa.

  4. Bapaknya luar biasa sekali, semoga Bapak tersebut selalu diberi kesehatan.

  5. Ristiyanto says:

    Bersyukur dengan apa yang kita miliki. Memang kadang kita melihat orang lain lebih kaya, lebih ini…lebih itu… Tapi belum tentu juga dia menikmati kekayaannya itu.

  6. Taumy says:

    Teeimakasih cerita hikmahnya. Jadi lebih bersyukur atas keadaan saat ini.

  7. Deny Oey says:

    “menjaga harga diri, keikhlasan dalam menjalani kehidupan, serta terus berusaha walau memiliki keterbatasan.”

    Nice quotes banget nih.. 👍🏼

  8. Harisca says:

    satu kata “Respect” buat si Bapaknya

  9. Kartini says:

    Nice share, mas jaryat..

  10. Eko says:

    Mungkin mas fajar bisa explore lebih dalam lagi, mengenai proses memperoleh kerupuk atau suka duka selama bapak itu jualan biar Lebih asyik bacanya…. Tapi cerita ini juga telah memberikan pelajaran kepada kita bagaimana mensyukiri nikmati Allah SWT.

  11. Iqbal says:

    Sering lihat juga, kadang2 jalan sendiri di pinggir jalan raya

  12. Dayu Anggoro says:

    Semoga rezeki si Bapak dilancarkan, lebih salut sama orang jualan kaya gini dari pada yang cuma bisa ngemis…

  13. Ifa Mutia says:

    Masya Alloh, suatu pelajaran berharga bagi kita semua.
    Jangan menyerah pada takdir, tetap berusaha dan yakin Alloh sudah mengatur rejeki kita masing masing.
    Sambil terus bersyukur

  14. swwmutiara says:

    Indonesia need more people like this man. Sukses selalu Kak Fajar.

  15. Salut buat bapaknya! Terima kasih sudah mengingatkan, Mas.

  16. Annisa says:

    Kata-kata yang sedikit tapi pesannya dalam. Makasih kak sudah mengingatkan 🙂

  17. Ora Shita says:

    Nice Share

  18. Aku salut sama bapak penjual kerupuk. Hebat dia. Makasih Mas buat sharing cerita inspiratif kayak gini. Jadi diingetin lagi bt terus bersyukur 🙂

  19. airin says:

    Terima kasih kak, sudah diingatkan untuk melihat anugerah Alloh SWT yang telah diberikan, semoga kita menjadi orang yang berbahagia dengan banyak bersyukur…

  20. Ayu F says:

    Karena pelajaran hidup memang selalu terselip di mana saja, selama kita bisa mengambil hikmahnya. Terima kasih sudah menuliskan ini.

  21. Budi Setiadi says:

    Salut banget sama bapak itu. Semoga selalu dilimpahkan keberkahan dan rejeki halal..
    Mungkin hanya ada sedikit orang seperti beliau, di jaman sekrang lebih banyak yang suka ngemis soalnya.

  22. Hahaha….sukaaa sama tulisan terakhirnya yang inspiratif. Kadang beberapa orang memang lebih suka mengeluh daripada bersyukur.

  23. Putri Reno says:

    Harga diri!. Terima Kasih Kak, artikelnya sangat menyentuh, berjuang terus tanpa rasa putus asa, bersyukur atas nikmat yang telah di berikan oleh Allah Swt. Dan terus berprasangka baik pada pencinta seberat apapun cobaan hidup, pertolongan Allah pasti datang. Salut sama tokoh di artikel ini.

  24. Achi Hartoyo says:

    Sering banget liat ginian. Jadi pelajaran buat saya pribadi untuk banyak bersyukur

  25. Derus says:

    Masya Allah, luar biasa yaa walau kekurangan tp ga merasa harus meminta justru dgn berusaha bgtu malah diberikan berkah dari Allah

  26. Mantap mas Jaryat. Mengambil hikmah dari kejadian di sekitar kita.

  27. Hayati says:

    Cerita inspiratif kaya gini yang bisa melembutkan hati supaya lebih bersyukur, lebih berjuang dan selalu yakin pada ketentuan Allah. Terimakasih sudah mengingatkan, mas

  28. lenifey says:

    Saya pernah nemu juga nih pas lewat dijalan.. bapaknya buta jualan berdua istrinya.. salut banget.. mereka orang2 yang selalu berusaha dan pantang minta2

  29. Kalena Efris says:

    Suka malu sama diri sendiri setiap melihat yang begini. Inget tubuh yang diberi Tuhan sempurna tapi justru kurang disyukuri. Makasih bang, menyentuh dan inspiratif

  30. orang-orang begini yang akan mendapatkan yang terbaik nantinya.
    duh.. terima kasih sudah mengingatkan kembali..

  31. Nasa says:

    Inspiratif, mereka yg diuji pasti akan lebih berkualitas spiritnya. Tawakalnya dan imanya.

  32. Ning! says:

    Bapak ini mengajarkan seberat apa pun kehidupan untuk tidak menyerah pada keadaan, terutama pada diri sendiri.

  33. Sally says:

    Beberapa kali baca tulisan Mas Fajar, tulisannya inspiratif. Ketawan banget Mas Fajar ini peka terhadap sekitar, mudah-mudahan juga peka terhadap dia yaa *eeeaa

  34. selalu suka dengan tulisan pangeran lelea ini.. kereen bang

  35. Inez says:

    nice share.
    banyak pelajaran hidup di sekeliling kita ya 🙂
    https://helloinez.com

  36. mbak titi says:

    Setuju banget, lebih respect sm yang begini.
    Daripada yang tak mau berusaha lebih dan hanya meminta

  37. Lala Yusuf says:

    Dear Kakak, terima kasih sudah berbagi kisah yg sudah menyentuh hati. Semoga sang bapak tetap sehat selalu

  38. elsalova says:

    Bagi saya setiap orang adalah pejuang kehidupan yang luar biasa. Terimakasih untuk cerita pagi ini mas fajar.

  39. Nunik Utami says:

    Yang kayak gini jadi bikin kita makin bersyukur karena berada di kondisi yang mungkin lebih baik. Semoga rezekinya si bapak banyak. Aamiin

  40. agusonpapers says:

    inspiratif….mengingatkan diri untuk selalu bersyukur, rendah hati…

  41. Himawan Sant says:

    Baca artikel ini kita seperti diingatkan untuk selalu belajar mensyukuri hal sekecil apapun yang kita miliki dan selalu melihat kebawah ….

    Tidak silau dengan apa yang dipunyai orang lain.

    Nice sharing 👍

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *