Karya Tulis

Yah 2017 sudah memasuki bulan april, resolusi awal tahun yaitu menuntaskan karya tulis masih sebatas dalam tataran konseptual dan belum membumi secara kontekstual, terlalu banyak gimmick dan printilan kecil yang sering membikin distraksi, faktor terbesar adalah demotivasi dalam diri sendiri, walaupun semua atribut pendukung untuk menyelesaikan sebuah karya tulis telah dimiliki tapi jika tidak komit target tidak akan terdeliver dengan baik, hasilnya ya cuma bisa gendang-gendong laptop dan bab 3 aja kesana kemari dengan gaya bak akademisi tapi kelarnya masih buram hahahahaha…..

Sebagai seorang pemimpin masa depan entah itu jadi CEO di sebuah perusahaan, Gubernur Jabar, Menteri, atau RI 1 di tahun 2029 harus mempunyai kemampuan untuk bertahan dan memantul kembali dari sebuah kesalahan dan kegagalan, dan tak boleh berputus asa. Diperlukan kebesaran hati untuk bisa mengatakan saya salah dan saya bertanggung jawab.

Sejarah mencatat para pemimpin-pemimpin besar yang berulang kali gagal dan salah tapi belajar dan maju kembali malah jadi hebat dan dihormati. Butuh perlawanan terhadap diri sendiri agar bisa mempunyai daya tahan dan bisa memantul kembali keatas. Arogansi, kepuasan diri yg berlebihan, serta keserakahan adalah penghancur daya tahan. Sukses seringkali melenakan, dan ini ujian.

Kadang memerlukan jalan yang memutar untuk bisa mengambil hal-hal kecil dulu lalu mendapatkan yang besar dikemudian hari, jalannya muter aja dulu yang penting tau mau kemana. Jangan biarkan rasa putus asa dan menyerah itu hinggap.

Untuk saya dan kawan-kawan yang sedang menulis karya tulis kesusahan itu bisa datang kapan saja tapi janganlah berhenti untuk mencari cara mewujudkan mimpi…

Okehh.. Selamat malam.

Assalamualaikum

Ketjup Basah dari Aa Jaryat

8 Tahun

Selama itu saya harus menunggu dan akhirnya penantian itu berakhir dengan happy ending, mungkin kesabaran saya sedang diuji selama 8 tahun. Walaupun terus terang banyak dukanya tapi tentu ada hikmahnya. Pelaut ulung tidak lahir dari samudera yang tenang……

Menteng

Jalan rindang dengan suasana yang sangat sejuk dan relatif jarang sekali terkena macet di bilangan jakarta pusat adalah jalan teuku umar, jika hari sabtu atau minggu saya berolahraga di taman surapati atau di situ lembang pasti melewati jalan tersebut, jalan yang lebar disamping kanan dan kiri banyak sekali pohon-pohon besar, rumah-rumah dengan halaman yang luas dan sudah sangat jarang ditemui di jakarta ini rumah yang memiliki halaman seluas itu karena harga tanah yang selangit.

Taman surapati adalah salah satu tempat favorit saya untuk jalan-jalan santai dan berolahraga dengan suasana yang nyaman, jika saya libur saya sempatkan untuk ke taman ini bahkan hanya untuk duduk manis untuk sekadar meminum kopi sambil menikmati hembusan udara yang segar.

Awal kecintaan saya pada taman ini adalah ketika saya belajar biola disitu setelah gagal untuk menghasilkan suara biola yang merdu saya malah lebih tertarik menikmati suasana taman, taman dimana tempat orang bertemu, saling menyapa, mengobrol, dan berolahraga. Bagi saya tempat ini lebih menarik dibandingkan dengan mall atau bioskop.

Biasanya jika sudah puas menikmati suasana di taman surapati saya beranjak pergi ke taman situ lembang yah sekitar 300 meter jaraknya dari taman surapati, ditaman situ lembang saya bisa menikmati air mancur dan orang-orang yang sedang olahraga dan memancing, paling enak kesini adalah sore hari, jika pagi hari matahari akan cepat matahari terik akan cepat menyinari taman ini.

 

Kemunculan Kembali Jaryat.Com

Akhirnya setelah 5 bulan blog saya muncul kembali setelah sempat terjadi sedikit kendala teknis. Selama blog ini tumbang banyak kejadian yang tidak terbayangkan sebelumnya, banyak pengalaman hidup yang bisa saya dapatkan selama kurang lebih 5 bulan terakhir, dan saya kehilangan teman yang duduk disebelah saya yang sering mendapatkan ketidakadilan semoga disana kau mendapat keadilan yang sebenarnya kawan.

Tanaman cabe dan sayur-sayuran yang ditaman dihalaman rumah sudah tumbuh subur, mawar yang berwarna-warni sudah merekah tapi sayangnya tidak wangi, dan saya bertemu kembali dengan teman bermain di masa kecil dan saya belajar dari dia mengenai kecekatan dan kedisiplinan

Yang tetap tidak berubah adalah kemalasan dalam menulis tugas akhir sampai awal april ini baru sekedar keinginan untuk bisa menulis, padahal sudah diultimatum oleh mamih profesor pembimbing saya.

Setelah menunggu selama 8 tahun saya bisa mendapatkan sesuatu yang selama ini saya berusaha untuk mendapatkannya, jika Allah belum mengijinkan untuk mendapatkannya maka sekeras apapun usaha pasti gagal, jika sudah berkehendak sebegitu mudahnya didapatkan dengan alur yang begitu sederhana.

Akhir 2016

Banyak hal yang telah saya dapatkan dan ada beberapa yang terlepas di tahun 2016 ini dan tentunya yang paling saya nikmati adalah nikmat kesehatan yang telah diberikan oleh yang kuasa dan kedepannya selalu berharap dan berdoa untuk selalu diberikan nikmat tersebut.

Kegiatan hari terakhir di tahun 2016 adalah dirumah, sebenarnya hari ini saya ingin pergi ke jogja untuk menemani bapak akan tetapi ibu melarang saya untuk pergi kesana, ya sudah gagal ke jogja lalu saya membeli bibit mawar dan membeli koler untuk menyiram tanaman, kemudian setelah membeli bibit tersebut meminta ronaldo untuk mengisi polybag dengan tanah untuk media tanam bunga mawar tersebut

Sore harinya saya mengajak om saya untuk menikmati pangsit mang karim terakhir di tahun ini, setelah puas bersantap, saya langsung berkebun dengan ibu saya sambil menanam mawar tersebut, setelah selesai berkebun hujan mulai turun.

Tiada tempat yang lebih indah selain dikamar sambil menikmati pergantian tahun dengan ditemani suara gemericik air hujan, angin malam yang sejuk, dan suara jangkrik dan kodok serta serangga lainnya yang membuat damai.

Harapan di tahun 2017 ? cukup diucapkan dihati saja dan semoga terkabul

Persib Bandung

Persib Bandung adalah salah satu klub lokal satu-satunya yang saya sukai, klub kebanggaan kota bandung dan jawa barat ini seolah menghipnotis saya menjadi fans dengan fanatisme yang berlebihan, klub yang konon sewaktu dulu mempunyai ciri bermain dengan permainan cantik dari kaki ke kaki layaknya tiki taka di jaman sepakbola modern walaupun selama saya menjadi pendukung klub ini belum pernah melihat gaya permainan tersebut tapi saya tidak peduli saya tetap menjadi fans setianya. Kebanggaan dan kecintaan bapak kepada klub ini menurun langsung ke saya dan secara alamiah saya menjadi bobotoh dengan sendirinya.

Awal mula saya menjadi bobotoh setia dan mengikuti perkembangan Persib Bandung adalah ketika bergulirnya liga indonesia profesional pertama yang kala itu menyatukan kesebelasan yang berasal dari galatama dan perserikatan dan disponsori oleh perusahaan rokok Dunhill maka Liga tersebut dinamakan Liga Dunhill dan kompetisi bergulir di tahun 1994/1995, Persib waktu itu hanya diisi pemain lokal, pemain andalannya waktu itu seperti Anwar Sanusi, Robby Darwis, Yusuf Bachtiar, Yudi Guntara, Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso. Pelatihnya kala itu adalah abah Indra Thohir, di liga indonesia pertama Persib Bandung meraih prestasi maksimal dengan menjadi juara dengan mengalahkan petrokimia putra di final yang digelar di gelora bung karno, lebih dari 100ribu penonton memadati stadion, gol semata wayang diciptakan oleh sutiono lamso. Gol tersebut membuat seisi stadion bergemuruh, dan keesokan harinya kota kembang menjadi lautan biru. Diwaktu itu kelompok suporter belum ada yang namanya viking atau bomber dsb, yang ada hanya bobotoh itu adalah sebutan untuk pendukung Persib.

Setelah menjuarai Liga Indonesia pertama dalam beberapa tahun Persib masih mempertahankan penggunaan pemain lokal tapi seiring berjalanannya waktu akhirnya Persib menggunakan pemain asing, pada awalnya pemain asing rekrutan Persib berasal dari Polandia, itu mungkin masih dejavu dengan pelatih Persib yang sukses di era Perserikatan yang berasal dari polandia yaitu marek janota. Kualitas pemain asing dari Polandia tersebut masih dibawah standar pemain lokal dan mereka tidak lama memperkuat Persib Bandung.

Prestasi Persib menurun drastis selama 19 tahun setelah menjuarai Liga Indonesia pertama tersebut ditambah lagi dengan keributan antar suporter, beberapa tahun menjelang kebangkitan prestasi Persib Bandung saya pindah dari bandung dan tinggal di Jakarta, kota yang telah menjelma menjadi musuh bebuyutan tidak hanya di dalam lapangan tapi diluar lapangan juga dan hal itu telah memakan banyak korban jiwa yah salah satunya adalah adik angkatan di kampus saya yang telah terenggut nyawanya hanya untuk sebuah fanatisme sempit dalam sepakbola, dan hal itu tidak boleh terjadi lagi, saya merindukan sepakbola walaupun mendukung klub yang berbeda tapi tetap damai dan pendukungnya tidak bertindak kampungan.

Tepat setelah 2 dasawarsa kemudian Persib kembali menjuarai Liga Indonesia yang disebut ISL (Indonesia Super League) untuk kedua kalinya di stadion jakabaring, palembang. persib bandung memumpuskan harapan Persipura Jayapura lewat adu penalti setelah selama 90 menit skor berkududkan imbang 2-2. Achmad Jufriyanto menjadi penentu kemenangan persib dalam drama adu penalti tersebut. Pemain andalan menjuarai Liga Indonesia kedua ini adalah I Made Wiryawan, Vladimir Vucovic, sepasang bek sayap M Ridwan dan Supardi, sayap lincah sekaligus potensi lokal Atep, didikan asli persib yang baru kembali dari perantauan Ferdinand Sinaga, Kapten sekaligus playmaker Firman Utina, gelandang pengangkut air Hariono. Sayangnya kemenangan ini kembali merenggut korban akibat pelemparan batu ketika suporter pendukung Persib menuju dan kembali dari Stadion Jakabarang. Skuad Persib kembali ke Bandung disambut bak pahlawan yang kembali dari medan tempur, penyambutan tim kesayangan membuat Kota Bandung membiru dan macet total, wajarlah 2 dekade para bobotoh haus akan prestasi dan bisa dipuaskan dahaga tersebut dengan merenggut kampiun di pentas teratas sepakbola nasional.

20151018_173840
Final Piala Presiden

Untuk mengisi kekosongan kompetisi akibat hukuman dari FIFA yang terjadi karena kekisruhan di induk sepakbola indonesia (PSSI) dengan pemerintah. Tepat setahun kemudian persib kembali menjadi kampiun di Piala Presiden di Final Persib menghempaskan perlawanan Sriwijaya FC 2-0. Menjadi istimewa karena persib bandung juara dikandang musuh bebuyutan abadi yaitu di Gelora Bung Karno, mengulangi sejarah 21 tahun yang lalu, sebelum pertandingan sempat diusulkan agar final dipindahkan ke kota lain, tapi Presiden Joko Widodo tetap ingin pertandingan digelar di jakarta, pengamanan ketat dan berlapis terjadi sebelum dan sesudah pertandingan walaupun sedikit ada kekisruhan pertandingan tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

Harapan saya kedepan adalah agar persepakbolan nasion sarat akan prestasi dan muncul dipentas dunia, Persib Bandung semakin berprestasi, dan tidak ada lagi jatuh korban jiwa hanya untuk fanatisme sempit sepakbola.

Suasana akhir tahun

Desember adalah bulan yang identik dengan hujan, biasanya di bulan ini sudah banyak beredar salah satu buah favorite saya yaitu rambutan, kebetulan di bulan november dan desember ini cukup sering saya pergi ke bogor dan jadi terbiasa naik krl tapi belum ditemukan buah rambutan yang ada hanya kueh gemblong yang dijajakan dipinggir-pinggir pagar stasiun bogor, angin dibulan desember akhir-akhir ini cukup kencang berhembus.

Sampai menjelang akhir tahun seperti ini saya apa yang dilakukan oleh saya masih belum produktif, masih banyak membuang waktu dengan mudahnya, untuk menulis pun jari-jari ini masih terasa enggan beradu dengan tuts keyboard, tapi mungkin pada pertengahan bulan ini bakal ada sebuah keputusan besar yang akan saya buat, yang menggembirakan adalah adek saya sekarang sudah bekerja.

Tensi politik diakhir tahun ini benar-benar memanas, dan ini menyebabkan beberapa kali umat islam turun kejalan untuk menyampaikan aspirasinya karena terjadi ketidakadilan yang didapatkan oleh kami, beberapa hari yang lalu jutaan umat muslim melakukan doa bersama dan solat jumat di monas. Akhirnya bapak presiden mau menemui rakyatnya, baru kali ini saya solat sambil diguyur hujan dan melakukan doa qunut selama hampir setengah jam.

Di kegiatan doa dan solat jumat bersama ini banyak makanan dan minuman berlimpah artinya banyak jemaah yang membagikan makanan dan minuman tersebut secara cuma-cuma tapi orang-orang tidak serakah dan berebut untuk mengambilnya, kami hanya mengambil secukupnya.

Banyak hal baru yang saya ingin kerjakan akan tetapi diluar perkiraan pekerjaan dikantor tiba-tiba menumpuk diakhir tahun ini sehingga hal-hal baru tersebut sedikit tertunda, tapi untungnya saya bertemu orang-orang yang militan dan tulus dalam membagikan ilmunya secara cuma-cuma kepada sesama dan semoga saya bisa tertular oleh energi positif mereka dan bisa melakukan hal-hal baru yang bermanfaat.

Yang cukup mengkhawatirkan adalah sudah lebih dari 2 bulan benih bunga mawar saya belum juga tumbuh, sedangkan pepaya california sudah mulai disebar semoga tumbuh dan berbuah dengan baik.

Plat Merah

Di ujung barat nusantara nun jauh disana tepatnya disebuah kedai kopi dekat sebuah masjid raya, saya tercekat terpesona melihat gadis berparas indah, dengan bola mata dan senyuman yang ramah, berbatik, berlipstik, dan berjilbab merah lalu mengendarai motor berpelat merah, sungguh hal itu tidak akan pernah saya lupakan dan akan selalu menjadi memori yang terindah….

Sehat-sehat lah kau disana dan tetap sehat dimanapun kau berada…..

Media Informasi

Akhir-akhir ini sulit sekali untuk menemukan berita yang benar-benar membawa yang membawa informasi yang baik, benar, mendidik dan objektif. Semua media informasi baik cetak maupun elektronik sudah dikuasai para pemilik yang memiliki kepentingan politik sehingga berita yang disampaikan penuh dengan kepentingan para pemiliknya.

Apalagi berita infotainment yang hampir semuanya berisi informasi sampah yang tidak bermutu, berita yang masih orisinil ya sepertinya cuma berita olahraga, walaupun lebih banyak dukanya membaca dan melihat prestasi olahraga negara ini tapi itu tetap tidak menyurutkan untuk selalu berdoa dan mendukung setiap cabang olahraga yang bertanding.

Media informasi sudah dimiliki oleh para pemilik modal besar baik dari dalam maupun dari luar negeri, dengan sangat mudah untuk memutar balikan fakta yang ada hingga membuat dunia ini menjadi abu-abu, tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan, mana yang baik dan mana yang buruk.

Ditambah lagi dengan era nya keterbukaan informasi menjadikan semua orang bebas berpendapat dan merasa paling benar tapi bagus nya era ini adalah setiap orang bisa saling mengontrol dan mengawasi dan tidak ada lagi rahasia di dunia ini.

Andaikan media informasi tidak dikuasai oleh segelintir orang mungkin kegaduhan-kegaduhan yang ada tidak akan sering terjadi….

Ya andaikan……

Sedikit cerita dari bulan Agustus

Wihhh ternyata bulan agustus telah lewat bahkan sekarang sudah lewat beberapa hari dibulan september, bulan kemarin mungkin adalah bulan tersibuk ditahun ini. Tidak hanya sibuk secara fisik tetapi juga sibuk secara emosi.

Awal Agustus untuk pertama kalinya saya coba berbisnis kecil-kecilan tanpa dibantu oleh orang tua dalam perekrutan karyawan, urusan operasional, belanja dsb. Semua keputusan mutlak ada ditangan saya, dan celakanya saya belum siap untuk hal itu, saya belum memiliki ketegasan dalam pengambilan keputusan dan masih perlu belajar lebih banyak lagi agar keputusan yang diambil bisa lebih bijak.

Permasalahan pertama yang membelit adalah mengenai karyawan, rencana awalnya saya akan mentraining karyawan tersebut selama 2 bulan supaya dia bisa mahir, tapi mimpi itu terlalu muluk, baru sehari karyawan tersebut bilang tidak betah dan ingin pulang. Setelah dibujuk akhirnya dia mau untuk mencoba lagi beberapa hari, kemudian dia tetap tidak betah dengan alasan tidak cocok sama trainernya dan dia minta bawa temennya supaya betah, disinilah ketidaktegasan saya muncul, saya turuti kemuan dia karena bergaining position saya waktu itu tidak menguntungkan.

Dia menepati janji dengan membawa karyawan baru, saya langsung lega, tapi kelegaan itu hanya berlangsung beberapa jam saja, setelah semalem kerja karyawan baru tersebut ngambek dan menghilang entah kemana hanya karena gara-gara ketika balik kerja si karyawan lama yang membonceng karyawan baru dengan naik motor menuju kontrakan nyasar terus arahnya, si karyawan baru minta turun kemudian dia jalan melawan arah di jalanan ramai yang searah, sampai karyawan baru kehilangan jejak, sialnya pas kejadian karyawan baru hilang posisi saya sedang ada tugas kantor di bogor selama 2 minggu.

Kelimpungan juga mencari si karyawan baru ini, adik saya repot muter-muter bareng karyawan lama keliling daerah senen dan sekitarnya hasilnya tetep nihil tidak ketemu ditambah waktu itu hujan seharian sempet kepikiran untuk lapor ke polisi tapi karena belum 1 X 24 jam saya mengurungkan niat untuk lapor, yang membuat saya khawatir adalah dia cuma membawa uang 50 ribu rupiah. Tapi untunglah saya mendapat kabar dari kampung pegawai baru itu berasal dia sudah balik.

Ternyata menjadi enterpreneur itu tidak semudah bibir motivator mengucapkan harus keluar dari zona nyaman, terutama pada awal-awal merintis usaha, sangat menyita waktu lebih pusing lagi ketika kita masih bekerja bisa-bisa kurang tidur.

Besoknya pegawai lama minta resign juga padahal semua keinginan dan kebutuhan dia sudah dipenuhi tetep aja minta keluar fyuhhhh, sinus yang melanda selama sebulan ini terasa semakin parah, kepala senut-senut, ingus mengalir bagai mata air yang tak ada habisnya, ditambah lagi saya menerima tugas lagi ke bandung kurang lebih 2 minggu.

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menjadikan trainer tersebut menjadi karyawan dengan perjanjian sistem setoran selama sebulan sekali selama saya belum mendapatkan karyawan. Padahal kalau saya punya karyawan tetap keuntungannya bisa berlipat-lipat. Pelajaran yang bisa saya petik adalah berbisnis itu bukan sekedar hanya mencari keuntungan tapi bangunlah networking, hubungan dengan pegawai dan jadilah penyalur berkat untuk orang lain.

Konsekuensi yang lain ketika baru merintis usaha adalah berkurangnya waktu nongkrong-nongkrong dengan teman-teman bahkan harus dicuekin tapi ya gpp, memang harus sedikit egois ketika mempunyai cita-cita.

Selain merintis usaha saya juga sedang mencoba menanam dengan teknik hidroponik dan berkebun, setelah 3 bulan menanam akhirnya cabe-cabe dan tomat, pakcoy sudah siap dipetik.

Ada lagi kejadian yang menarik, setelah makan siang saya diminta jadi imam solat, selama berkarir dalam kehidupan saya tidak pernah diminta menjadi imam solat dan di mushola itu cuma berdua. Untung saja itu pas solat ashar yang tidak perlu membacakan bacaan surat dari Alquran. Cuma bersuara ketika Allahu Akbar,,, Allahu Akbar doang….

Dan bulan agustus saya kembali ke bandung dan bisa keluyuran malem-malem nostalgia seperti dulu kala……

Bener kata Pidi Baiq “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi

Oke sekian dari saya dan selamat sore……